UNTAD MENUJU WORLD CLASS UNIVERSITY (RENUNGAN DALAM RANGKA DIES NATALIS UNTAD KE-36) | Naharuddin, S.Pd, M.Si

UNTAD MENUJU WORLD CLASS UNIVERSITY (RENUNGAN DALAM RANGKA DIES NATALIS UNTAD KE-36)

Rabu,  16 Agustus 2017 telah diperingati puncak acara Dies Natalis Universitas Tadulako ke-36 dirangkaikan dengan pengukuhan 2 Guru Besar dan Wisuda Lulusan LXXXVIII (88). Penulis mengucapkan selamat atas Dies Natalis yang ke-36 semoga kiprah Untad semakin jaya menuju universitas bertaraf internasional dan selamat kepada Prof. Dr. Ir. Max Nur Alam, MS (Guru Besar Jurusan Sosek Fakultas Pertanian Untad) dan Prof. Dr. Ir. I Wayan Sutapta, M. Eng (Guru Besar Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Untad) serta selamat dan sukses kepada para 1.513 orang wisudawan-wisudawati, semoga bisa menjadi insan akademis dan teladan di masyarakat  serta dapat mempersembahkan nama baik bagi almamater Untad.

Dies Natalis Untad ke-36 ini mengusung motto “Satu Untad, Satu Napas, Satu Keluarga. Motto tersebut membawa semangat kebersamaan menuju perubahan sebagai insan akademik, menjadi manusia pendidikan yang berkualitas dalam  menjalankan misi sebagai penyelenggara pendidikan tinggi, yang diharapkan dapat berperan memajukan dan meningkatkan pembangunan kewilayahan, serta harapan sebagai center for excellent value dan moral force.

Makna kebersamaan dalam kalimat tersebut, merupakan suatu proses Self-disclosure  dan pandangan kita untuk dapat memahami betapa indahnya kebersamaan, persatuan dan perdamaian serta menepis perbedaan kecil diantara kita, karena pada hakikatnya kita adalah sama yaitu satu untad, satu napas, satu keluarga.

Sesuai sambuatan Rektor Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Basir, SE.,MS di laman untad.ac.id  bahwa strategi pengembangan universitas ke depan membawa motto “Universitas Pembawa Perubahan” atau universitas CARIER (Creativity, acceleration, Reformation, Internationalisasion, Interpreneurial, Reorientation) yang akan menjadi semangat sekaligus arah menuju  RCU dan WCU.

Berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Universitas Tadulako di bawah pimpinan Rektor Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Basir, SE.,MS telah mengantarkan Universitas Tadulako menempati peringkat 21 sebagai perguruan terbaik se-Indonesia versi 4international colleges dan Universities atau 4ICU yang menilai performa 463 perguruan tinggi di Indonesia. Rilis terbaru yang dipublikasikan di laman 4icu.org itu memperlihatkan eksistensi untad yang naik 22 posisi dari peringkat 43 pada rilis Juli 2016 ke peringkat 21 dalam rilis Januari 2017.

Peringkat Untad dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan  pada Tahun 2014 untad masih berada diposisi  94. Tahun 2015, peringkat Untad naik drastis  hingga ke peringkat 50. Tahun 2016,  posisi Untad kembali naik tujuh tingkat ke posisi 43. Rilis Januari 2017 perestasi untad mengalami lonjakan  ke peringkat 21.

Setelah 4ICU merilis lembaga pemeringkat terkemuka lainnya, webometrics.info juga merilis hasil survei periode Januari-Juni pada Juli 2017 dengan menempatkan Untad di peringkat ke-22. Versi Kemenristekdikti, Untad merupakan perguruan tinggi terbaik ke-36 se-Indonesia

Secara teoristis, dalam analisis runtun waktu (time series) berdasarkan bukti empiris tersebut, penulis optimis dalam beberapa tahun yang akan datang Untad bisa mencapai sebagai salah satu perguruan tinggi bertaraf internasional, tentunya semua elemen insan akademis terus berinovasi membangun Untad dengan kerja kolektif sesuai motto “Satu Untad, Satu Napas, Satu Keluarga.

Berbagai tantangan ke depan Universitas Tadulako dalam menghadapi persaingan global adalah kemampuan institusi menempatkan diri sebagai universitas bertaraf internasional World Class University(WCU). Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa kriteria WCU sesuai surat Ditjen Dikti No.: 2045/D/T/2007, terdapat 34 butir kriteria menjadi WCU,  beberapa diantaranya adalah 40% tenaga pendidik bergelar Doktor, publikasi internasional 2 papers/staff/tahun, jumlah mahasiswa pasca 40% dari total populasi mahasiswa (student body), jumlah mahasiswa asing lebih dari 20%, Information Communication Technology (ICT) 10 KB/mahasiswa. Ukuran-ukuran tersebut penting sebagai dasar bagi referensi kesejajaran Universitas Tadulako dengan universitas lainnya yang bertaraf internasional.

Guna mencapai tujuan jangka panjang tersebut institusi Perguruan Tinggi (PT) harus dapat meletakkan basis yang kuat melalui pembangunan karakter pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki etika akademik dengan ciri-ciri rasional, obyektif dan normative (Kusumastanto, 2009). Etika akademik tersebut harus menjadi unsur fundamental moralitas dalam menghadapi perkembangan sosial, ekonomi, politik, budaya dan iptek. Sehingga selain tanggung jawab individu yang mengutamakan kompetensi profesional, kejujuran, integritas dan obyektivitas serta sebagai institusi Untad harus mampu mempertanggung jawabkan secara publik, hormat kepada martabat dan hak azasi manusia serta dapat menjadi sumber acuan budaya luhur bangsa.

Dirilis dari compass.com akreditasi internasional merupakan syarat mutlak harus dicapai oleh perguruan tinggi untuk menjadi WCU. Akreditasi internasional merupakan sebuah pengakuan terhadap universitas yang memiliki desain dan kemampuan mencetak lulusan berdaya saing tinggi secara internasional.

Untuk mencapai akreditasi internasional, perguruan tinggi harus dapat memenuhi berbagai kriteria yang telah ditetapkan sesuai standar internasional. Quacquarelli Symonds (QS), lembaga riset yang bergerak di bidang pendidikan tinggi dalam rilisnya pada 2010 menyebutkan bahwa ada beberapa kriteria inti harus dipenuhi perguruan tinggi diantaranya:

1. Kualitas Penelitian

Indikator kualitas penelitian untuk mencapai akreditasi internasional ini juga berisikan penilaian kualitas dari dalam negeri, produktivitas penelitian perguruan tinggi berdasarkan jumlah jurnal nasional dan internasional, kutipan yang digunakan oleh akademisi lain dalam penelitan, serta penghargaan yang sering diterima oleh perguruan tinggi.

2. Lulusan kerja

Indikator lulusan kerja ini lebih fokus terhadap kekuatan akademik, kemampuan lulusan untuk bekerja secara efektif dalam tim multikultural, kemampuan lulusan dalam mempresentasikan, dan untuk mengelola karyawan dan proyek. Indikator ini dilihat dari survey terhadap pengusaha, tingkat kerja lulusan, serta tingkat dukungan layanan karir.

3. Kualitas Pengajaran

Peran utama perguruan tinggi adalah memberikan pemikiran terbaik di masa depan, menginspirasi generasi mendatang mengenai potensi riset akademik. Indikator ini lebih berfokus kepada penilaian kualitas pengajaran lokal, umpan balik mahasiswa, dan survei mahasiswa secara nasional di perguruan tinggi dan rasionya disetiap fakultas.

4. Infrastruktur

Infrastruktur perguruan tinggi merupakan sebuah indikator yang membuat mahasiswa mengetahui apa yang akan dilakukannya ketika berkuliah di perguruan tinggi tersebut.

 

Untuk menuju WCU  maka Universitas Tadulako perlu kesepahaman semua insan akademik tentang indikator-indikator WCU. Selanjutnya membuat rencana yang jelas bagaimana indikator-indikator tersebut akan dicapai dalam kurun waktu tertentu. Rencana tersebut adalah lebih baik dalam bentuk milestone. Mari kita rajut kebersamaan dalam bingkai Satu Untad, Satu Napas, Satu Keluarga. “Merangkak setapak demi setapak melalui kebersamaan tetapi sampai, jauh lebih baik daripada berlari dengan diri sendiri tapi putus dijalan”. Semoga Untad menjadi selalui yang terbaik, selamat atas hari jadimu, jayalah selalu...